Tampilkan postingan dengan label wkwkwk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wkwkwk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2014

Amir Bukan Manusia Biasa (Part XV)

senja ini milikmu
Cerita sebelumya:
Amir Bukan Manusia Biasa (part XIV)


rekomendasi tuk dengar lagunya ipang "Sahabat Kecil" sambil baca ini :)

Rasanya semua begitu sempurna...... Ku tak menyadari mengapa jemari ini tetap saja mengetik tentang dirimu, sahabat yang begitu hebat dan membuatku tak berdaya tuk menorehkan semuanya di sini. Mereka bilang kau begitu plin plan dan mudah dimanfaatkan, bagiku tidak (tidak salah lagi haha). Serius ini, terkadang kita perlu melewati basahnya titik hujan yang menusuk hati, demi melihat betapa indahnya lengkungan warna penuh harapan yang tiada sanggup untuk melewatkannya. Begitu pun dengan kau si jenius yang hidupnya adalah sebuah misteri, terkadang setiap detiknya dipenuhi dengan teman yang membuatnya tampak nyaman dan begitu sesak di hati. Tapi, yakin sajalah abang kalau itu akan berubah dengan begitu cepat, dan bisa saja kenyataan itu akan berubah menjadi mimpi. 

Banyak yang melihatmu sebelah mata, tapi bagiku tidak. Jika Tuhan memberiku seribu mata maka akan kulihat engkau dengan sebelah mata juga hahah. Serius ini, Jika Tuhan memberiku seribu mata untuk melihat betapa jeniusnya kau, maka akan ku berikan kepada mereka yang melihatmu sebelah mata. Sehingga mereka tak sanggup melihatnya dan memberiku seribu dua mata dan berkata, "aku lebih memilih tak melihat ketika aku terbiasa melihatnya dengan sebelah mata". 


Aku belum pernah menemukan manusia yang sangat peka, saya menyebutnya peka tiada tara. Ketika sepasang kekasih saling mengingat hari tanggal lahir, bagiku klasik dan biasa saja. Aku tak pernah merasakan perhatian yang luar biasa ketika tahu kalau ternyata kau menghafal semua tanggal lahir kami.Rasanya ku ingin meminta izin untuk mengatakan "luar biasa ketika sepasang kekasih itu adalah kamu dan pasangannya itu kita semua yang menyebut dirinya part of psychofren". Lagi-lagi aku belum pernah menemukan manusia yang hafal betul dengan jarak satu daerah ke daerah lain, mungkin saja kau tahu berapa jarak hatiku ke hatinya #apasih.


Ku bercertia demikian hanya mengingatkan kepada diriku betapa sepinya hidup tanpa sahabat dan betapa sepinya psychofren tanpa Amir. Ku mohon siapa saja yang membaca ini agar mengirimkan sebaik-baiknya doa kepada Amir, agar Tuhan memberinya sebaik-baik kehidupan dan sebaik-baik teman serta sebaik-baik judul SKRIPSI.. 


Sayang untuk mengakhirinya



TAMAT

Penulis: Azmul Fuady Idham
Share:

Selasa, 25 November 2014

Radit Biasa-Biasa Saja (part II)

Radit pemain basket :DCerita 

Seperti cerita sebelumnya, ada teman saya yang tinggi dan berbulu (bukan gorilla ya), namanya adalah radit. Ini saya mau cerita sedikit tentang radit. Kami pun mengikuti perkuliahan psikologi eksperimen di hari rabu siang. Perkuliahan kami pun juga hidup dengan nuansa humor karena dosen kami pun gila humor (upss biasa aja kali). Kami pun tidak terlambat masuk dengan tepat waktu, kecuali radit. Kemudian yang tidak disangka pun radit muncul di depan pintu dengan tanpa hawa kehadiran (kaya hantu saja radit atau lupa beri salam ketika masuk).

Kami pun terdiam kecuali suara dosen kami yang terdengar. Radit membuka pintu dan berdiri sejenak untuk melihat/mencari kursi yang kosong (Tidak ada yg memperhatikannya). Radit pun menemukan kursi besar yang kosong (empuk, beroda, dan enak dipake tidur) di depan. Radit pun berjalan ke depan dengan gagah berani tanpa rasa malu untuk mengambil kursi itu (Tidak ada yg memperhatikannya kita semua sibuk perhatikan dosen). Dengan sekuat tenaga pun radit mengangkat kursi yang dimaksud ke belakang (Santai bos, Cuma ngangkat kursi tapi sperti angkat rumah).


Akhirnya salah satu teman kami pun menyahut (uppi), “beh radit ee” (maksudnya tuh uppi klw radit itu gak punya malu, mungkin urat malunya putus). Dan dosen kami pun bilang “yah sebentar kita urus itu” (sambil tersenyum). Suasana pun kini berubah menjadi tawa membahak terbahak-bahak karena ulah radit yang heroid itu. Harusnya toh “Astaga radit toh na liat mi ada kursi di depan kosong, na angkat lagi ke belakang, na lewati pak lukman dgn tidak permisi dulu, mw nya itu duduk mi sja di depan radit, radit tidak ada toh ekspresi malunya saat itu”.  Betul-betul radit pemirsa tetap saja slow, santai, dan datar-datar saja. Tapi positifnya radit tidak pernah stres loh. Astagfirullahaladzim, Ya Allah maafkan jika ada kenakalan radit maupun dari penulis cerita ini. 

Penulis: Muh. Amirul Haq
Share:

Kamis, 20 November 2014

Amir Bukan Manusia Biasa (part XIV)

Amir naik motor (terus?)
Cerita sebelumnya
Amir Bukan Manusia Biasa (part XII)


Kali ini menceritakan kisah Amir dibalik peristiwa INSTING (read: INSiden TIga belas November). Ketika rekan-rekan mahasiswa meneriakkan retorika perjuangan terhadap isu kenaikan bahan bakar mahal (BBM) itu, mereka menutup jalan dan membuka jalan perjuangan. Teriknya matahari membungkus tekad para mahasiswa itu untuk membakar penindasan para penguasa yang bersembunyi di balik mendungnya awan politik, awan penuh badai dan petir yang kapan saja bisa digunakan untuk membunuh rakyatnya. Namun, semangat dan tekad para pejuang rakyat itu terhenti ketika badai kecil penuh tameng datang menghantam dan melukai jiwa dan raga para pejuang.

Badai berlalu luka pun membekas. Bekasnya tidak akan terhapuskan dengan belaian kasih sayang yang penuh tipuan, bekas ini akan hilang ketika Amir datang traktir kita-kita semua.. wahaha. Oh iya, Amir merupakan saksi kejamnya INSTING, ketika segerombolan tameng datang menyerang kampus. Kala itu Amir hanya bisa diam tanpa kata melihat brutalnya seragam yang bersenjata itu. Memang Amir tidak menjadi sasaran dari kebutaan mereka ketika menangkap mahasiswa, tapi Amir berusaha meneriaki para penegak hukum nan pengayom masyarakat itu dengan sekuat tenaga, agar teman-temannya yang tidak tahu apa-apa tidak diseret begitu saja. Namun, usahanya sia-sia dan membuat Amir tambah geram dan dengan segera dia ingin melempar batu dan mengganti berita di tv yang dari tadi dia tonton.

Jangan salah, memang Amir tidak ada di lokasi saat laskar gas air mata menyerang kampus. Tapi, Amir berusaha membela teman-temannya yang kebetulan ditangkap polisi. Kita tahulah bagaimana cara Amir membela? Bukan dengan traktiran sebotol coca-cola oplosan, tapi Amir membela dengan mulia dan sederhana saja. Mimpi, iyah Amir hanya tidur dan bermimpi, di dalam mimpinya itu ia berusaha agar teman-temannya tetap ditahan dan tak akan keluar. Beberapa diantara kita tahukan ketika seseorang bermimpi sesuatu, maka yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang terjadi dalam mimpi itu. Iyah, itulah yang Amir lakukan untuk membantu kawan-kawannya yang menjalani pemeriksaan di balik pagar yang di depannya bertuliskan Polrestabes Makassar.

Intinya toh, Amir tidak adai di kampus pada saat penyerangan terjadi, dan dia tidak datang di polrestabes saat sebagian mahasiswa psikologi dan dosen datang menjenguk mahasiswa yang ditangkap begitu saja. Tetap berpikir positif sajalah :) setidaknya Amir pernah berjuang, meski tak pernah ternilai dai mata kalian #EdisiSemangat

Cerita Selanjutntya
Amir Bukan Manusia Biasa (part XV)
Share:

Minggu, 16 November 2014

Radit Biasa-Biasa Saja

Ini radit ??
Halo selamat datang di portalnya radit, kalau sebelumnya ada cerita Radit Si Manusia Asap (baca dulu). Sekarang ini ada ceritanya si Radit yang hidupnya penuh kesederhanaan karena sering makan mi goreng sejati (mi pabentor katanya danu). Oke, mengapa judulnya radit biasa-biasa saja?? ini berkaitan dengan kisah radit yang selalu biasa-biasa saja dalam menghadapi apapun. Mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi, badai tornado datang dan apapun yang terjadi Radit tetap basa-biasa saja #StandingEplos #ProkProk.

Kita mulai dari psychocamp maba angkatan 2013, ketika sebagian peserta dan panitia kesurupan tiada henti dari sore hingga pagi hari, Radit tetap saja dengan sikapnya yang biasa-biasa saja. Nampak tak ada ketakutan dan kecemasan dalam raut wajah Radit. Mungkin hantu yang berkeliaran di lokasi psychocamp justru takut sama Radit yang dari tadi menunjukkan wajah biasa-biasa saja (read: datar).

Dari psychocamp kita flashback ke masa kos Kebo (di sini sebagian anak-anak 2011 ngekos dan juga tempat ngumpulnya kami -_-). Ketika Iwan masuk ke kamar Radit dan mendapati Radit serius dengan televisi di depannya (tak biasanya). Nampaknya Radit menonton debat politik di TVRI, Iwan pun ikut menyaksikan debat yang super rumit itu, dan sesekali ingin bertanya namun wajah Radit penuh dengan keseriusan. "Semakin lama semakin rumit ini debat", bisik Iwan dalam hati. Bertanyalah Iwan kepada Radit.

Iwan: Radit apa na bahas ini ?
Radit: Nda tahu juga.
Iwan: "-_- terus dari tadi apa ko bikin?
Radit; Mmmm.. Ndada ji
Iwan: (melambaikan tangan ke kamera)
Radit: (santai saja)
Iwan: Ganti mi pale di saluran lain
Radit: Iyah, gantimi
(hening)

Mungkin kesederhanaan Radit membawa berkah bagi Radit sendiri, bayangkan kalau geng motor menodong Radit dengan busur, bisa jadi Radit dengan gaya yang biasa-biasa saja dan ketika busur mengenai punggung Radit, malah membuat Radit geli saja (Hanya Tuhan yang tahu). 

Jangan baca dibawah!!

Penulis: Azmul Fuady Idham
Share:

Sabtu, 15 November 2014

Jurus Seribu Bayangan #INSTING_UNM

Karya Yudha Psytredetion :)

Kalau ada kata mengorangekan media sosial, nah itu jurus seribu bayangan yang diajarkan oleh naruto. Jadi, semua bilang kagebunsin no jutsu yah!! sambil upload foto INSTING #haha.

Kenapa? (ala iklan biskuat)

Karena kita tidak boleh terlena dengan serangan Madara, kata LDKM: Menolak lupa melawan diam, diam atau tertindas #ea asal jangan Lupa melawan tiba-tiba tertindas #eh -_-

Intinya gerakan ini adalah gerakan kreatif (bukan creativo :p) yang tentu saja mendukung penuh perlawanan kawan-kawan di sana (di sana mana?) iyah di sana!!
Share:

Jumat, 14 November 2014

Kucing yang Selamat

Depan Gedung BB UNM
Kemarin, sebut saja tanggal 13 bulan november 2014. Mahasiswa Universitas Negeri Makassar di Kampus Gunung Sari diserang polisi. Penyerangan ini disebabkan karena katanya salah satu anggota polis (read: wakawakapolres) terkena panah saat aksi berlangsung. Melihat hal ini seluruh polis masuk ke kampus dan menangkap sluruh mahasiswa yang diduga pendemo. Banyak mahasiswa menghujat polis yang katanya tidak berpendidikan, ini keliru buktinya polisi menangkap mahasiswa dengan teknik random sampling #eh.

Berbagai jenis mahasiswa ditangkap dengan aktifitas yang berbeda-beda, ada yang sambil makan di kantin alasannya karena gonrong, ada yang lagi kuliah, ada juga yang sementara gosok gigi alasannya karena giginya penuh odol (mungkin?). Aksi polis bukan hanya berdampak pada penangkapan mahasiswa tapi juga berujung pada perusakan fasilitas kampus. Untung saja kucing milik pak Agus tidak mendapat perlakuan yang keras oleh pihak polis. Hal ini bisa saja terjadi karena pertama kucing adalah hewan dan mendapat perlindungan dari temannya, yang kedua kucing tidak pake odol dan tidak gonrong. (afi)
Share:

Rabu, 15 Oktober 2014

Amir Bukan Manusia Biasa (part XIII)

satu poskoka
Cerita sebelumnya
Amir Bukan Manusia Biasa (part XII)

Sudah sebulan lamanya kami tarik dari tempat KKN (16 september) kini kami sudah belajar dengan rapi di kampus dengan rasa malas dan membanding-bandingkannya pada masa KKN yang indah #susahmoveon

oke, sejak rilisnya ABMB part 1 (amir bukan manusia biasa) sekitar 3 tahun lamanya seluruh ceritanya berisi bullian (maaf amir), kini amir bukan manusia biasa part 13 akan di kemas lebih sopan dan kali ini latarnya di tempat KKN.. selamat membaca

Oyah mulai dari mana yah?? mulai dari Amir di pindahkan dari posko Parang Loe yang jauhhhh banget ke posko Ulu Galung, yang kebetulan si tukang bully ngeposko (sst jangan bilang-bilang kalo itu azmul), Amir dipindah berkat permintaan Prof Rifdan kepada pembimbing karena katanya susah nanti jenguknya, yasudah dengan rasa hormat terhadap Prof Rifdan, Amir migrasi ke posko Induk (ternyata Amir tidak pernah ji juga di jenguk -_-). Nah, tibalah saatnya Amir menjalani masa tahanan, eh masa kkn di ulu galung bersama dua orang teman sejurusannya di psikologi 

Dilla: bukan temanku itu..
Azmul: iyah bukan temanku kalo nda na traktirka #eh
Amir: *diam
Dilla: kenapa diam?
Azmul: Iyo kenapa ?
Amir: Susunya tiga kali lebih banyak
Azmul: Kenapa ?
Amir: Supaya lebih enak
Azmul: mmmmm lebih enak kenapa?
Azmir: Supaya lebih terasa
kini dengan tiga kali ekstra susu pete-pete kuat jadi lebih besar dan lebih enak 
Dilla: pete-pete kuatnya ada lagi tapi bagi-bagi yah
Amir: Haaaaa kenapa
Azmul: Uleppa ulummu (cari di kamus bahasa bugis)

Oyah... Di posko Amir tiga kali lebih rajin dibanding di rumahnya sendiri, kalau biasanya amir mandi satu kali di sini dia mandi tiga kali dalam tiga hari, kalau di rumah Amir tidur sendirian, di posko Amir tidur tiga kali lipat dari biasanya. Di sini perilakunya juga berubah rajin buang sampah dan beli kerupuk, ada yang tak pernah berubah dari Amir yang dermawan lagi baik hati yaitu suka mentraktir (makasih Amir). Hal paling luar biasa ketika Amir menjadi pemateri LDK anak sma, sungguh membuatku iri, bayangkan LDKM saja ku tak ikut :'( #edisicurhat kala itu Amir membahas tata cara berudu haha bukan, saat itu Amir membawakan materi decision making (membuat keputusan) memang sangat relefan dengan keadaan Amir selama ini ketika mengambil keputusan sangat tepat (tepat kalo sambil di busurki -_-).

Oke momen yang paling susah dilupa itu waktu malam acara perpisahan (minum-minum sarabba dan makan-makan ubi sama warga) Amir di suruh untuk beli telur dan tatkala dia sampai di ruangan tengah (tempat kami tidur) Amir memecahkan telur pas di atas karpet, huhhhh secara normal sih kalau manusia memecahkan telur pas di atas karpet pasti dengan segera pindah tempat, tapi benar-benar manusa binasa. Amir malah mundur dan menatap telur sembari berkata ihhh pecahki telur, untung saya melihatnya dan menyuruhnya cepat membersihkan karpet yang terkena percikan telur. 

Oyah ada lagi waktu di bira (hahahahahaha) itu toh ada karang, kalau manusia normal sih cari sendal supaya kaki tidak sakit, dasar Amir, dia justru membuka sendalnya sambil lari #ooomaleeee. Kemudian pas di daerah yang berpasir baru dia pakai lagi sendalnya -_-. 

*ketawaka dulu nah hahahhahahahahahaahahahah*

Oke sudah mi dulu, mudah-mudahan tidak bermanfaat :D 

Bersambung. . . 
Cerita selanjutnya
Amir Bukan Manusia Biasa (part XIV)
Share:

Kamis, 17 April 2014

Amir Bukan Manusia Biasa (Part XII)

Tidak ada hubungannya dengan cerita
Cerita sebelumnya
Amir Bukan Manusia Biasa (part XI)

Oke.. tanggal 15 April 2014 adalah ulang tahun Amir yang ke 21. #ndapenting, yang paling penting dan sangat penting itu tanggal 16 April 2014, disaat Amir mengerjai dirinya sendiri -_-. Mungkin tidak ada yang memberikan kejutan saat Amir ulang tahun paling tidak kejutan listrik buat Amir. Sehingga beliau membuat kejutan sendiri buat dirinya berupa kehilangan hape. Oke bermula dari kesok'annya berlalu lintas di dalam kelas, hingga kami heran mengapa Amir terlihat di kampus, biasanya saat pulang kuliah dia pulang, saat kuliah pun dia pulang apalagi saat pulang dia pulang. Dia pulang rumah hanya untuk tidur semata (tidur sebelah mata) haha. Selain tidur semata dia juga tidur setelinga, setangan, serambut sampai sekolah. Tapi, kita tidak pengen membahas seluk belukar tentang ketiduran Amir. Melainkan tentang Amir yang menjahili dirinya.

Setelah sekian lama berlalu lintas dalam kelas saya bertanya, apa gerangan yang terjadi kepada Amir yang tidak kunjung pulang. Dengan rasa asin aku bertanya 
Azmul: Amir ada kuliahmu ?
Amir: (mondar mandir, melirik dan mondar mandir lagi)
Azmul: Wehh ada kuliahmu ?
Amir: (mondar mandir, melirik dan mondar mandir lagi)
Azmul: (-_-) guk guuuk guk guuk auuuuu ?
Amir: Tidak ada ji
Azmul: massa weh !! haha.. apa ji pale kau bikin di sini?
Amir: (mondar mandir, melirik dan mondar mandir lagi)
Azmul: upss sorry.. guk guk guk guk ?
Amir: Hilang hapeku weh.
Azmul: Bukan ji saya yang ambil? (sudah diterjemahkan dalam bahasa manusia)
Amir: Bukan memang saya kau
Azmul: kau ji toh bukan saya
Amir: -_-
Azmul: -_- juga
Amir: :p
Azmul: :p juga
Amir: :D
Azmul: PING! 
Amir: (read)
Azmul: Weh kenapa kau Read ji
Amir: jelek jaringan
Azmul: saya kira hilang hpmu
Amir: -_-

Setelah terjadi percakapan yang jelas-jelas tidak jelas tersebut, seisi kelas BB 105 tahu kalau ternyata hapenya Amir yang SAMSUNG Mega hilang. Kami seisi kelas bertanya kepada Amir tentang kapan dia terakhir memegang hapenya. Tapi dia selalu bilang saya simpan di tasku. Salah seorang yang dianggap tersangka oleh Amir (Uppi) dan teman-teman lain turut bertanya

Uppi: ke manako tadi habis makan samaki?
Amir: Pulangka
Azmul: Apa kau bikin di rumahmu
Amir: Ambil uang

Dilla: tidak kau kasi keluar ji hapemu?
Amir: tidak, saya ingat sekali di dalam tas ku simpan
Abon: traktir dulue Amir
Amir: -_-
Fani: Es krim mo Amir
Amir: -_- kenapa di saat begini kalian minta traktir


     sunyi....

Uppi: siapa tahu kau kerjai ji dirimu
Amir: -_-
Azmul: iyoo siapa tahu kau sembunyi hapemu baru sok hilang baru kaget sendiri
-_-: Amir
eh
Amir: -_-
Ai: siapa tahu kau jual hapemu
Amir: -________-
Risma: baik ji perasaanmu ?
Amir: -_- baik ji (sambil panik)
RIsma: -_-
Azmul: -_-
Uppi: -_-
Abon: -_-
Fani: -_-
Amir: -_-

-_-

Setelah dua tahun Amir di tanya, Amir bosan dan lelah dan mencari hapenya sambil duduk diam dan bertapa. Ternyata tanpa dia sadari hapenya tersimpan rapi di bagasi motornya. BAGA -_- Kita tunggu apa yang terjadi besok (kamis, 17 April 2014)

Bersambung. . . 
Cerita selanjutnya
Amir Bukan Manusia Biasa (part XIII)
Share:

Rabu, 22 Januari 2014

Amir Bukan Manusia Biasa (Part XI)

Let me free guys :)
cerita sebelumnya 
Amir Bukan Manusia Biasa (part X)

Oke, pada part ini pertama-tama saya sebagai penulis minta maaf atas segala ucapan atau kata-kata pada cerita sebelumnya yang sangat memilukan #yaelah. Baiklah, mau sedikit bercerita tentang Amir yang sejak zaman batu kapur sampai zaman batu nisan tidak pernah mau berubah. Selalu saja begitu, selalu berak celana #eh. tidak, tidak. Selalu telat kuliah malas kerja tugas dan selalu menjadi bahan kekejaman teman-temannya. Tapi terkadang sih juga kami para temannya yang kejam merasa iba melihat ketidakberdayaan seorang Amir yang menanggapi semua ini dengan enjoy tanpa melakukan serangan balasan. Kami para teman-teman kejamnya pun sering menanyakan bagaimana tugasnya mau dibantu tidak. hihi ternyata kalian para penindas peduli juga yah sama Amir. Bagaimana tidak mereka sering meminta untu ditraktir oleh Amir, mungkin traktiran itu membuka pikiran mereka untuk berbuat baik dengan Amir.

Aku mengerti bagaimana rasanya mejadi orang yang tertindas. Bagaimana rasanya ketika tidak berdaya di depan orang banyak, dan akhirnya suatu ketika di rumah Dhanu. Hari itu agak hujan, aku bersama Dhanu membuat konseling kecil-kecilan untuk Amir. Aku sebagai konselor, Dhanu sebagai observer dan Amir sebagai konselee. Semua ilmu yang didapatkan pada mata kuliah dasar-dasar konseling dan dasar-dasar intervensi diterapkan di sini. Amir dengan antusiasnya mengikuti konseling kecil-kecilan ini. Aku mulai bertanya mengapa engkau begini, mengapa engkau berubah #eh. Amir menjawab dengan ragu-ragu "eee anu eee begini..." dst. Setelah melihat beberapa gejala yang ada pada Amir, ternyata Amir tidak bisa fokus terhadap sesuatu, skala prioritasnya yang terbalik-balik, hingga pada inisiatif yang berlebihan.

Hingga pada saat itu saya dan Dhanu berjanji untuk menjaga dan membuat Amir berubah menjadi Amirul Haq yang rajin, penuh karismatik dan terbebas dari penindasan :)

Bersambung...
Cerita selanjutnya 
Share:

Kamis, 25 Juli 2013

UKT vs UNM



De'gaga doi'na maba makkamaja kasi'
Makassar, 14 Juli 2013 menjadi hari yang sangat dinanti-nanti kehadirannya oleh seluruh umat manusia didunia, mengapa? Ya! Karena hari itulah dimana seorang anak manusia diberi kebebasan untuk tidur layaknya beruang hibernasi. Minggu itu terasa biasa saja layaknya minggu-minggu lainnya tak ada yang menarik perhatian kami, namun semua berubah ketika anak-anak psychofren melintas didepan gedung auditorium Amanagappa UNM. Teriakan lantang “hidup Mahasiswa!!!’’ bagaikan kumandang adzan yang memanggil jiwa kemahasiswaan kami untuk ikut ambil bagian terhadap aksi yang dijalankan kawan-kawan LK UNM. 
     Semangat perjuangan nampak jelas di raut wajah kawan-kawan Mahasiswa LK UNM, berharap nurani birokrasi terbuka lebar menyambut aspirasi mahasiswa. Guna memahamkan maba yang polos nan lugu akan sekelumit masalah UKT ini. Terlihat pula kawan-kawan muslimah dari Hizbut tahrir yang juga ikut ambil bagian pada aksi tersebut dengan cara membagikan selembaran propoganda bertemakan “UANG KULIAH TUNGGAL TATA KELOLA PENDIDIKAN TINGGI LIBERAL VS KHILAFAH” berikut isi selembaran tersebut:
   "Mulai tahun akademik 2013-2014 pemerintah memberlakukan kebijakan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Yaitu sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 55 Tahun 2013 tentang BKT dan UKT Pada Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Kemendikbud, khususnya pasal 5. Dimana meringankan beban mahasiswa merupakan salah satu dasar pertimbangan kebijakan UKT. Demikian ditegaskan pada poin pertimbangan (poin b) PermenDikBud tersebut. Namun realitasnya, sungguh jauh dari harapan. Sementara itu, masih PerMenDikBud tentang UKT dan pada poin 1 “Mengingat”, ditegaskan bahwa UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dijadikan dasar peringatan keberadaan UKT. Karenanya, konsep UKT tidak terpisahkan dari UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi ( UU PT atau UU DikTi). Yang dicanangkan pemerintah sebagai bingkai tata kelola pendidikan tinggi atau yang digadang-gadangkan dengan sebutan Good University Governance atau Good Higher Education Governance". (mdb)

Galeri Foto:

depan amanagappa

selebaran ukt

ukt ukt

spanduk depan amanagappa

maba lagi membaca selebaran

mahasiswa unm tolak uang kuliah tunggal (ukt)
(foto:afi)
Share:

Jumat, 07 Juni 2013

Rabu, 22 Mei 2013

Minggu, 05 Mei 2013

Jumat, 15 Maret 2013

Amir Bukan Manusia Biasa (part X)

foto bareng dengan pisang epe
cerita sebelumnya 

Baiklah, pada part ini spesial memaparkan tentang hal positif yang ada pada Amir. Pertama kita mulai dari hal positif Amir yang suka traktir. Yang merupakan satu-satunya hal positif yang Amir pelihara. Mungkin Amir memang di takdirkan menjadi orang paling baik di angkatan 2011 atau mungkin 2011 merupakan angkatan yang paling baik bagi Amir, sehingga setiap langkahnya disertai dengan traktiran. "Amir traktir dulue!!", itulah tiga kata yang sangat sering dikeluarkan oleh teman-teman kampusnya. Tanpa berpanjang pikir Amir segera saja mengiyakan seruan teman-temannya.

Hingga pada suatu hari Amir menipu mereka. Kala itu Amir dan semua teman traktirannya hendak makan/minum es kelapa di jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar Sulawesi-Selatan, yang jauhnya sangat dekat dari kampus. Amir terpaksa berbuat tindak kejahatan penipuan terhadap teman-temannya karena dia sudah tidak tahan akan perlakuan mereka yang menganggap dirinya mesin uang. Aksinya pun dimulai ketika rombongan traktiran es kelapa ini berada di depan pintu gerbang kampus. Amir memang sengaja berangkat belakangan supaya bisa menjalankan aksinya dengan baik atau benar. 

Disaat para traktirlovers ini keluar dari pintu gerbang kampus dan sudah berada diseberang jalan, Amir masih berada dibelakang dan tidak mengikuti jejak temannya. Melihat teman-temannya berada diseberang jalan, dia berhenti dan mengambil headset di dalam tasnya kemudian memasang headset tersebut di telinganya daaannn "BERAKSI", dia ternyata hanya ingin mendengarkan lagu kotak. Mereka yang tadinya mau ditraktir heran dan kaget melihat aksi Amir yang tidak mereka sangka bisa terjadi. Hal yang paling tidak disangka ternyata Aidil yang tadinya Amir bonceng, termakan oleh aksi Amir yang hampir brutal. 

sambung....Ber
Cerita selanjutnya 
Share:

Kamis, 14 Maret 2013

Fatin Shidqia Lubis X-Factor dari Psychofren


Fatin Shidqia Lubis - Yang selalu mengikuti perkembangan audisi X-Factor pasti sudah pada kenal dengan Fatin? Ya, seorang gadis cantik 16 tahun yang masih duduk di bangku SMA ini ikut meramaikan event audisi X-Factor Indonesia. Dengan membawakan lagu dari Bruno Merkurius, Bruno Venus, Bruno Mars, Bruno Bumi, Bruno Saturnus, Bruno Uranus, dan Bruno Neptunus berjudul Greenade ini tanpa disangka Fatin mampu membuat para juri terkesima terutama Ahmad Dhani dan mendapatkan “Yes” dari semua juri.
Si Anak Sekolah ini (baca; Fatin) yang dikenal dengan suaranya yang ‘kurang ajar’ ternyata mirip dengan salah seorang anggota dari angkatan ‘kurang ajar’ Psychofren. Dialah Nurfadila atau yang biasa disapa Dilla.
Sama-sama cantik, pemalu, dan kalem. Jadi apa lagi? ..
Fathin

Dhilla

Share:

Senin, 15 Oktober 2012

Amir Bukan Manusia Biasa (part IX)

Nama: Amir
Nama Panggilan: Muhammad Amirul Haq 

cerita sebelumnya 

Halo sahabat pecinta Amir atau Amirlovers.. dah lama nih gak nulis tentang fenomena atau gejala alam yang terdapat pada Amir #heheh, mungkin karena saya sudah bosan mengagung-agungkan ke hinaan lebihan Amir jadi Amir part 9 belum sempat terukir dalam prasasti PsychoFren-Online  -_-. Tapi, saya akan mencoba untuk mengungkap fenomena-fenomena yang sangat hina unik dari Amir. Cerita sebelumnya tentang kisah Amir di lapangan hijau, dan saya akan mengungkap kisah asmara seorang Amir.

Bermula dari semester dua, dia sempat memiliki seorang pacar (yang tentunya wanita). Kami semua sangat bahagia atas status Amir yang kini tak melajang lagi. Semua teman-teman Amir yang berjenis kelamin L termasuk saya sangat bersyukur atas ini, karena ini bertanda bahwa Amir tidak homo #Alhamdu...Lillah.

Namun, hari berganti hari, pekan berganti pekan, Amir berganti hape. Kisah cinta mereka retak dan rusak. Entah apa yang menyebabkan hal ini terjadi. Mungkin orang lain di hati Amir, sehingga hubungan mereka retak dan hancur. Saya menelusuri  kejadian ini, saya bertanya kepada rumput yang bergoyang (ini pasti kena penyakit skizofrenia). Dan tentunya rumput yang bergoyang tidak menjawab.

Terpaksa saya bertanya kepada Aan yang akhir-akhir ini dekat dengan Amir, berikut percakapan saya dengan Aan

Saya : "An, lo tahu kenapa Amir putus dengan pacarnya?"
Aan : "jadi aku harus bilang WOW gtu"
Saya : "kira-kira kalo kamu bilang WOW, saya juga harus ngebalas dengan bilang WOW juga?"
Aan : "kira-kira kalau lo jawab dengan WOW, maka aku harus salto-salto dan jawab WOW juga?"

Yah, itulah tadi percakapan yang kira-kira berjudul WOW -_-
 Saya pun bertanya langsung kepada Amir, tentang keputusannya dengan pacarnya

Saya : "Amir, tatap mata saya!"
Amir : "-_-"
Saya : "Amiiir, kenapa bisa ko putus sama pacarmu?"
Amir : "karena to' sudah tidak ada mi kecuccokan"
Saya : "oh, jadi sekarang siapa mi pacar mu ??"
Amir : "adadeh. yang jelasnya bukan mi cewek"
Saya : "Astagfirullah"
Amir : ":)"

Amir pun lari ketakutan meninggalkan saya, dan entah apa maksudnya Amir kabur. Seharusnya saya yang kabur karena ketakutan akan harga diri yang akan diinjak-injak oleh Amir.

Misteri pun terungkap setelah seorang wanita putih, cantik dan pendek yang berinisial Mely (mantan Aan) bercerita tentang keretakan hubungan cintanya dengan Aan retak karena Amir. bukan Amir yang menganggu Mely, tapi Amir yang mengganggu Aan.

To Be Continued. .

Cerita selanjutnya
Amir Bukan Manusia Biasa (part X)
Share:

Jumat, 15 Juni 2012

Kamis, 17 Mei 2012

Radit Si Manusia Asap

Asap rokok radit
Nama : Muh Radiyaqsa 
Biasa dipanggil : Radit, Marajae atau Radi'
TTL : Sengkang, 7 Januari 1993
Hobi : merokok
Cita-cita : jadi juragan rokok terkenal di dunia
Aktivitas : Mahasiswa

Ini cerita tentang manusia yang tiap harinya mengkonsumsi asap, baik itu asap rokok, asap kendaraan maupun asap pabrik. Dia tidak bisa dipisahkan dengan asap terutama rokok, mungkin kalau dia diberi pilihan "dibelikan mobil ferrari atau rokok" pasti dia lebih memilih rokok, aku tidak tahu alasannya sehingga dia sangat menyukai rokok mungkin orang tuanya pedagang rokok keliling sehingga kalau rokoknya tidak laku, akan dinikmati bersama. Layaknya penjual kue yang jika kuenya tidak laku, maka mereka sendiri yang memakannya.

Suatu hari Radit kehabisan uang dan rokok, dia juga malu pinjam rokok karena kalau dia pinjam rokok sama teman dia akan dijuluki lelaki yang tak bermodal. Saat itu Radit merasa miskin sekali dan tidak bisa berbuat apa-apa terpaksa dia harus mendekati orang merokok dan menghisap asapnya sampai habis (layaknya ikan lumba-lumba yang lagi kelaparan). Kalau dia tidak menemukan orang merokok, dia mengambil kursi dan duduk dipinggir jalanan untuk menghirup asap kendaraan, atau dia bakar obat nyamuk dan menghirup asapnya (innalillahi).

Selain manusia asap Radit sering juga diberi julukan marajae yang artinya yang paling besar, mungkin karena dia adalah manusia yang paling besar di psychofren, maka dia diberi julukan marajae atau mungkin karena dia yang paling sering merokok sehingga dia kelihatan lebih tua dibandingkan teman-teman yang lebih muda dari dia misalnya Yani, yang kelahiran 1995. 
Share:

psychofren lirik

Teks PsychoFren (lagu angkatan)

Saat mengenalmu kau selalu di hati
memberiku inspirasi menjalani hariku
suasana berbeda selalu ku damba
PsychoFren angkatanku
tiada duanya...

#
Kepakan semangat mu
PsychoFren
Raih semua mimpi
PsychoFren
menyiapkan asamu
satukan hati kita untuk....
PsychoFren

Perjalanan in tak mudah bersama kita bisa
melalui semua berbagai macam masalah
gengamlah tanganku sadarkan ku tak sendiri
PsychFren angkatanku
tiada duanya....
back to #